SEROONEWS.COM – Secara geologis, kawasan Sulawesi Utara memang dikenal sebagai wilayah rawan gempa dan tsunami, karena berada di zona pertemuan lempeng yang aktif. Sehingga proses masuknya satu lempeng bawah tanah di bawah lempeng lain kerap memicu terjadinya gempa bumi.
Seperti yang di lansir dari laman BBC.COM “Gempa bumi magnitudo 7,6 yang berpusat di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pukul 06.48 Wita (atau 05.48 WIB), Kamis, (02/04/26), guncangannya dirasakan warga di Bitung dan Manado (Sulut) hingga Ternate (Maluku Utara).
Karena adanya subduksi lempeng yang aktif, maka gempa bumi di wilayah Bitung Sulawesi Utara menyebabkan satu orang meninggal dunia dan lainnya terluka di Manado, akibat tertimpa reruntuhan bangunan, kata Tim SAR.
Kabar baik datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di saluran Whatsapp, mengeluarkan stantment bahwa “Peringatan Dini Tsunami Magnitudo 7,6 tanggal 02 April 2026 yang terjadi pukul 05:48:16 WIB, telah dinyatakan berakhir.” Kamis, (02/04/26) Pukul 11.07 WITA.
Harapan, seluruh masyarakat baik yang berada di kawasan Sulawesi Utara dan Maluku Utara, agar dapat berhati-hati dan selalu waspada akan terjadinya musibah yang kerap tidak kita ketahui kapan datangnya.
Penulis: Aliyul




