RPJMD KUTAI TIMUR MENCAPAI 91,74 PERSEN DENGAN KATEGORI SANGAT TINGGI

SEROONEWS.COM – Pencapaian kinerja pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2025 sesuai dengan Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) ada tercatat 1,05 persen lebih rendah. Perbandingan tersebut dapat di lihat pada tahun sebelumnya yang mencapai 9,82 persen.

Sektor-sektor non-pertambangan justru menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan pertumbuhan dari 8,4 persen meningkat menjadi 11 persen pada tahun 2025. Dalam hal ini, di dorong oleh meningkatnya aktivitas di sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, kontruksi, transportasi dan berbagai sektor jasa lainnya.

Kata Bupati Ardiansyah Sulaiman, penurunan ini dipengaruhi oleh perlambatan pada sektor pertambangan yang sampai saat ini masih menjadi kontributor terbesar dalam struktur PDRB daerah. Penyampaian tersebut berlangsung pada saat rapat paripurna di ruang utama gedung DPRD Kutai Timur, Senin, (30/03/2026)

Lanjut, fenomena ini menjadi suatu sinyal yang positif bagi upaya mendorong transformasi ekonomi daerah untuk mencapai struktur perekonomian yang lebih tangguh, berkelanjutan dan tidak semata-mata bergantung pada sektor pertambangan. Ujar dihadapan Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmy dan undangan lainnya.

Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB mengalami penurunan dari 75,53 persen pada tahun 2024 menjadi 70,17 persen  pada tahun 2025, sementara sektor-sektor non-pertambangan menunjukkan peningkatan kontribusi yang semakin signifikan, terutama sektor pertanian yang meningkat dari 8,80 persen  menjadi 10,96 persen, serta sektor industri pengolahan dari 4,34 persen menjadi 5,81 persen.

Indikator Kinerja Utama Daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kutai Timur tahun 2021-2026, dijabarkan melalui masing-masing misi.

Misi pertama, tentang Capaian Indikator Kinerja Utama Daerah ditunjukkan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,48 poin pada tahun 2025, bertambah sebanyak 0,58 poin dari sebesar 75,90 poin di tahun 2024.

Misi Kedua, Capaian Indikator Kinerja Utama Daerah ditunjukkan melalui Kontribusi Sektor Pertanian/Perkebunan Terhadap PDRB sebesar 10,96 persen pada tahun 2025, meningkat dari 8,80 persen pada tahun 2024 serta Laju Pertumbuhan Ekonomi yang mengalami penurunan menjadi 1,05 persen pada tahun 2025 dari 9,82 persen pada tahun 2024.

Misi Ketiga,Capaian Indikator Kinerja Utama Daerah ditunjukkan melalui Indeks Gini tahun  2025 yang mencapai 0,305 poin, terjadi peningkatan sebanyak 0,022 poin dari 0,283 poin pada tahun 2024.

Misi Keempat, Capaian Indikator Kinerja ditunjukkan melalui Nilai Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja melalui LPPD dengan predikat Status Sedang, dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 85,82 poin.

Selanjutnya pada Misi Kelima, Capaian Indikator Kinerja ditunjukkan melalui Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah sebesar 80,85 poin, telah melampaui target 71,47 poin, serta Ketaatan terhadap RTRW sebesar 100 persen.

Keberhasilan Kabupaten Kutai Timur dalam penyelenggaraan otonomi daerah juga tercermin dari berbagai penghargaan yang diterima, baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun dari lembaga nasional. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Capaian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Kutai Timur semakin memperlihatkan kapasitas dan eksistensinya sebagai daerah yang mampu melaksanakan prinsip-prinsip otonomi daerah secara efektif dan bertanggung jawab.
Informasi ini di lansir dari kutaitimurkab.go.id

Penulis: Aliyul

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *