
Seroonews.com – Tenaga honorer yang tergabung dalam Gerakan Honorer Murni Kutai Timur menggelar aksi solidaritas didepan Kantor BKPSDM. Aksi ini melibatkan guru honorer dan tenaga pendidik yang selama ini memperjuangkan kejelasan status kepegawaian mereka. Kutai timur, Senin 04/05/2025.
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan atas belum adanya kejelasan terkait peningkatan status dari honorer murni menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Para peserta aksi menilai, upaya diplomasi dan musyawarah yang telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun belum membuahkan hasil yang konkret.
Ketua Forum Honorer Kutai Timur, Rahmat, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali melakukan komunikasi dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Pendidikan, BKPSDM, hingga DPRD Kutai Timur. Namun, hingga saat ini belum ada transparansi maupun tindak lanjut yang jelas.
“Aksi solidaritas ini kami lakukan karena tidak adanya transparansi dari BKPSDM terkait peningkatan status guru honorer murni menjadi PPPK atau ASN. Kami sudah menempuh jalur komunikasi dan musyawarah selama satu tahun, tetapi belum ada kepastian,” tegas Rahmat.
Para honorer berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap nasib mereka, mengingat peran guru honorer sangat vital dalam menunjang keberlangsungan pendidikan, khususnya di daerah.
Selain menuntut kejelasan status, massa aksi juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait mekanisme seleksi serta prioritas pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK. Mereka menilai, kejelasan regulasi dan komunikasi yang transparan sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan tenaga pendidik.
Aksi berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan aparat keamanan. Para peserta berharap aspirasi mereka dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, sehingga memberikan kepastian dan keadilan bagi seluruh tenaga honorer di Kutai Timur.
Penulis : why



