
Kutai Timur – Organisasi Kemasyarakatan dan Adat Laung Kuning Banjar (LKB) PAC Kaubun turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Pengembangan Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Kaubun di Rumah Jabatan Camat Kaubun, Senin (29/6/2026).
Rapat yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Camat Kaubun, Saprani, S.Pd., SD, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung percepatan pengembangan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai destinasi wisata edukasi berbasis geowisata di Kabupaten Kutai Timur.
Dalam sambutannya, Camat Kaubun menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kawasan geopark tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, pemerintah desa, hingga organisasi kemasyarakatan.
Empat agenda utama menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut, yaitu evaluasi program pengembangan kawasan Geopark yang telah berjalan, sinkronisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaubun, penguatan peran pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata edukasi berbasis geowisata, serta pembahasan berbagai isu strategis lainnya yang berkaitan dengan pengembangan kawasan.
Rakor dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Kaubun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BLUD Puskesmas Kaubun, perwakilan perusahaan seperti PT Ganda Alam Makmur, serta berbagai organisasi kepemudaan, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Laung Kuning Banjar (LKB) PAC Kaubun, Muhammad Alif, bersama jajaran pengurus. Kehadiran LKB menjadi wujud dukungan organisasi adat terhadap program pembangunan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan, budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain LKB, rapat juga dihadiri oleh perwakilan Pemuda Pancasila, Karang Taruna, Kepad Borneo, GP Ansor, PCNU, PC LDII, OMK Santo Paulus, Peradah, serta Ikatan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (IKB NTT), yang menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi lintas organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Ketua LKB PAC Kaubun, Muhammad Alif, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian kawasan Geopark sekaligus menggali potensi wisata lokal yang dimiliki Kecamatan Kaubun.
“Kami dari Laung Kuning Banjar PAC Kaubun siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di wilayah Kaubun. Selain menjaga kelestarian lingkungan, kami juga ingin menggali dan mempromosikan objek-objek wisata yang memiliki nilai budaya dan edukasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan organisasi adat dan masyarakat lokal merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan kawasan geowisata yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Camat Kaubun mengapresiasi kehadiran seluruh peserta rapat yang telah menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Ia berharap hasil rapat koordinasi ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor.
“Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat desa, kita optimistis kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat akan berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya daerah,” tutupnya.
Penulis : why



